Perjuangan Suwardi: Dari Ruang Kuliah, Kerja Keras, hingga Makna Disiplin Kehidupan

29 September 2026 - Admin

 

 

Enam tahun menempuh pendidikan di jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Suwardi akhirnya resmi menyandang gelar sarjana pada Mei lalu. Perjalanan tersebut tidaklah mudah. Ia bahkan sempat berada di titik ingin berhenti kuliah demi merawat orang tuanya yang sedang sakit. Meski kelulusannya sempat tertunda, ia sangat bersyukur mampu menyelesaikan pendidikannya hingga garis akhir.

 

 

Kini, Suwardi menjalani dinamika dunia kerja dengan melakoni dua pekerjaan sekaligus. Walaupun sudah terbiasa mandiri sejak masa kuliah, memasuki dunia kerja nyata tetap memberikan tantangan baru baginya. Ia belajar banyak tentang cara beradaptasi dengan tim, memahami tanggung jawab pekerjaan, serta menjaga etika dan tata bahasa dalam berkomunikasi.

Rasa bangga dan bahagia hadir ketika Suwardi mampu menghasilkan pendapatan sendiri. Kebiasaan mengelola keuangan yang telah diajarkan sejak ia berada di Desa Anak kini menjadi modal berharga yang langsung ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Tak hanya pengelolaan finansial, disiplin yang ditanamkan selama berada di Desa Anak juga menjadi fondasi kuat dalam membentuk ketahanannya saat ini. Pembina rumah remaja, Pak Iwan, menjadi sosok inspiratif yang banyak mengajarkan keterampilan penting, mulai dari kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, hingga berbagai kegiatan pembentukan karakter.

Dari seluruh proses perjalanan hidupnya, ada satu pesan mendalam yang selalu dipegang teguh oleh Suwardi yaitu, “Harus patuh, selalu jujur, dan dengarkan apa kata orang tua.”

Suwardi menyadari bahwa teguran atau nasihat yang dulu mungkin terasa berat untuk didengar, kini justru menjadi hal yang paling ia rindukan. Pengalaman hidup membuktikannya sendiri bahwa setiap nasihat orang tua akan selalu menjadi bekal yang sangat bernilai untuk masa depan.