37 Tahun SOS Children’s Villages Semarang Membangun Jiwa Raga Anak-Anak dengan Kasih Sayang

3 Februari 2022 - Admin

Berkunjung secara virtual dalam rangka hari jadi SOS Children’s Village Semarang yang ke-37 untuk mengenal lebih dalam, berinteraksi serta turut merasakan suasana kehangatan di dalam village bersama anak-anak

Semarang, 3 Februari 2022 – SOS Children’s Village Semarang telah berdiri sejak 31 Januari 1985 dan pendiriannya diresmikan langsung oleh pendiri SOS Children’s Villages, Hermann Gmeiner. SOS Children’s Village Semarang terletak di kota Semarang, provinsi Jawa Tengah yang berada di pesisir utara pulau Jawa. Selaras dengan program kerja SOS Children’s Villages, selama 37 tahun berdiri SOS Children’s Village Semarang berkomitmen untuk memberikan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang.

Area SOS Children’s Village Semarang terdiri dari 14 rumah keluarga, sebuah rumah pimpinan desa, rumah untuk Tante (asisten Ibu yang membantu Ibu SOS) dan berbagai gedung yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari tiga hektar. Terdapat pula Taman Kanak-Kanak SOS yang menyediakan 90 bangku dan terbuka untuk umum. Untuk anak-anak yang telah duduk di bangku sekolah, mereka bersekolah di sekolah umum atau swasta yang berlokasi tidak jauh dari Village. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar.

SOS Children’s Villages Indonesia sendiri merupakan organisasi yang fokus pada pengasuhan alternatif berbasis keluarga dan penguatan keluarga rentan, yang memiliki komitmen untuk aktif menyuarakan pemenuhan hak-hak anak Indonesia. Selama 49 tahun berdiri di Indonesia, SOS Children’s Villages memastikan anak-anak dibesarkan dengan pengasuhan berbasis keluarga dan didampingi untuk mendapatkan pendidikan serta peningkatan kapasitas yang mereka butuhkan. Dengan total 940 anak yang kehilangan pengasuhan orang tua dibesarkan di 8 lokasi SOS Children’s Villages di Indonesia. Selain itu, SOS juga memiliki program penguatan keluarga bagi keluarga rentan di 10 kota di Indonesia.

SOS Children’s Village Semarang tidak hanya sekedar memberikan pengasuhan berbasis keluarga, tetapi juga memberikan bekal bagi masa depan anak. Melalui berbagai kegiatan dan program, SOS Children’s Village Semarang mempersiapkan anak-anak untuk mandiri dan meraih masa depan yang cerah. Dalam mewujudkan hal itu, SOS Children’s Village Semarang banyak bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintahan maupun mitra perusahaan dalam memberikan edukasi dan pelatihan di berbagai bidang bagi anak-anak dan para remaja.

“SOS Children’s Village Semarang berkomitmen untuk membantu remaja mempersiapkan kemandirian. Dengan berbagai edukasi, pelatihan, dan kompetisi saya melihat langsung semangat anak-anak kami dalam meraih masa depan seperti yang mereka cita-citakan. Mereka tidak hanya berfokus pada hasil, tapi mereka juga fokus dalam menjalani proses kemandirian yang sesungguhnya. Saya berharap mereka dapat terus mengasah kemampuan mereka, pantang menyerah meraih cita-cita, dan apa yang sudah dipelajari dapat berguna bagi masa depan mereka. Itulah yang kami lakukan, membangun jiwa raga mereka dengan kasih sayang,” ujar Ardik Setiawan, Village Director SOS Children’s Village Semarang.

Tahun lalu SOS Children’s Village Semarang mengadakan “Kompetisi Perintisan Usaha Remaja” dengan peserta dari remaja SOS dan remaja dampingan yang terbagi dalam 6 kelompok usaha. Mereka diajarkan mengenai bagaimana memulai dan menjalankan usaha sekaligus didampingi langsung oleh profesional dan relawan dari mitra korporasi swasta. Di akhir kompetisi pada Desember 2021, terpilihlah “Yaminki” sebagai pemenang yang didirikan oleh 6 remaja putri SOS. Yaminki memproduksi serta menjual mie yamin yang terjangkau, lezat dan porsi yang pas, serta menyasar pasar masyarakat luas. Mereka memenangkan uang tunai sebesar Rp 2.500.000,- sebagai modal lanjutan untuk usaha tersebut.

SOS Children’s Village Semarang juga memiliki SOS Social Center sejak tahun 2005 yang menyediakan program penguatan bagi keluarga, penyuluhan kesehatan, dan konsultasi psikologi. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak memiliki akses ke pelayanan penting, seperti akses pendidikan dan kesehatan serta mendapatkan dukungan secara psikologi. Setiap keluarga diberikan pengetahuan tentang pengasuhan anak yang berkualitas, pelatihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, dan bagaimana berhubungan dengan pemerintah daerah setempat. Dengan ini kemampuan mereka dalam mengasuh anak dan kesadaran akan pentingnya hak dasar anak semakin meningkat.

“Menjadi salah seorang Ibu di SOS Children’s Villages Semarang merupakan suatu kebanggaan bagi saya. Saya melakukannya dengan sepenuh hati. Saya tumbuh besar dengan keluarga yang hangat dan mencintai saya, saya ingin membagikan perasaan tersebut untuk anak-anak yang belum seberuntung saya. Keluarga juga bukanlah semata-mata dinilai dari ikatan darah, tapi keluarga adalah sosok yang tiap hari mendampingi, mengayomi dan melindungi kita. Saya ingin menjadi berkah tersebut untuk anak-anak SOS Children’s Village Semarang.” ujar Riri Wahyuwulan, Salah Satu Ibu di SOS Children’s Villages Semarang.

Dengan merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak awal tahun 2020, SOS Children’s Village Semarang memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang kehilangan pengasuhan akibat pandemi Covid-19. Bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas PPPA Semarang, SOS Children’s Village Semarang menerima data anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19, lalu melakukan assessment kepada setiap anak dan keluarga agar dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Keluarga rentan yang didampingi dalam program penguatan keluarga dibantu untuk mendapatkan berbagai macam bahan pokok atau didukung untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Dengan menghadiri lokakarya dan kelompok swadaya, keterampilan orang tua dan kesadaran akan hak-hak anak meningkat. Secara berkala, SOS Children’s Village Semarang juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dan terapi fisik untuk setiap keluarga yang membutuhkan.

“Semua anak adalah anak kita. Ini sebuah prinsip yang terus kita pegang dari awal berdirinya SOS Children’s Villages Indonesia, termasuk di Semarang. Sebagaimana kita mengusahakan kepentingan terbaik bagi anak kita, setiap anak yang diasuh atau didampingi di SOS Children’s Villages juga diberikan kesempatan yang sama. Jiwa raga mereka dibangun dengan kasih sayang dari kehadiran ibu dan seluruh keluarga SOS. SOS Children’s Villages akan selalu hadir untuk setiap anak yang membutuhkan kasih sayang keluarga,” ujar Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.

Di masa depan, SOS Children’s Village Semarang berharap untuk dapat terus membangun keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang bagi anak-anak yang ditinggalkan, rentan, dan kehilangan pengasuhan orang tua. Kami juga akan selalu siap mendukung pemberdayaan masyarakat dan merespon kebutuhan pengembangan sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan dengan berbagai program yang bertujuan menguatkan keluarga dan mencegah keterpisahan anak dengan keluarga.