Kasih seorang ‘Ayah’ Dari Desa Bantas
Januari 14 2019

Tugas pertamanya menjadi pendamping anak dan remaja, banyak memberikan ruang baginya untuk mengenal dekat kepada setiap anak di SOS Bali. Figur ‘ayah’ yang selalu positif, bijaksana dan sederhana ini mendapatkan kepercayaan menjadi Village Director di Bali  pada tahun 2009.

Suatu pagi di desa Bantas Selemadeg Tabanan Bali. Matahari masih mengintip dibalik awan tipis. Terdengar langkah pria paruh baya dari balik pepohonan yang telah siap berpakaian rapi dengan tas kecil yang tak pernah lepas dari pinggangnya. Si bapak yang tak lagi muda selalu penuh semangat mengantarkan anak-anak SOS Children’s Villages Bali menuju sekolah setiap pagi, dan itulah ritual ‘salam pagi’.

Om swastiastu” sapa anak-anak ke si bapak. Balasan hangat terdengar layaknya doa di telinga masing-masing anak. Sapaan, tawa ringan dan lambaian tangan adalah suasana yang akan ditemui setiap pagi saat I Gusti Agung Made Suweca mengantarkan anak-anaknya berangkat menuju sekolah.

Pak Agung sapaan hangat anak-anak di Bali untuknya, memulai tugasnya sebagai staff di SOS Children’s Village Bali sejak tahun 1991. Tugas pertamanya menjadi pendamping anak dan remaja, banyak memberikan ruang baginya untuk mengenal dekat kepada setiap anak di SOS Bali. Figur ‘ayah’ yang selalu positif, bijaksana dan sederhana ini mendapatkan kepercayaan menjadi Village Director di Bali  pada tahun 2009.

Kasih yang besar dimiliki oleh pak Agung di setiap tugasnya. Anak-anak yang tumbuh bersamanya memiliki rasa bersyukur, selalu positif dan rendah hati kepada sesamanya. Panutan ini yang juga menjadi inspirasi bagi setiap staff yang berada di bawah kepemimpinan pria kelahiran 6 November 1949 ini. Langkah kakinya mulai lelah dan tugasnya akan purna. Pak Agung akan menyelesaikan tugasnya sebagai Village Director pada Januari 2019. Bak sebuah keluarga, sebuah warisan ditinggalkan pak Agung bagi jiwa-jiwa dalam pengasuhan SOS Children’s Village Bali. Mengutip sebuah tulisan “aku tidak akan meninggalkan harta untukmu, tetapi ilmu ku yang kuberikan, agar aku akan ada disepanjang kehidupanmu” menjadi bukti bahwa loyalitas Pak Agung akan tetap ada walau dirinya harus undur diri dari tugas sebagai ‘ayah’ bagi anak-anak di SOS Children’s Village Bali. Terima kasih pak Agung Suweca.