Grand Launching Care For Me! Campaign Pengasuhan Berkualitas Untuk Setiap Anak


 
Lembang (10/12)-SOS Children’s Villages meyakini bahwa setiap anak, baik yang tinggal dengan keluarga kandungnya ataupun dalam pengasuhan alternatif, memiliki hak yang sama untuk bisa merasakan hubungan yang positif, kuat, permanen, dan penuh kasih sayang yang dibutuhkan untuk pengembangan pribadinya secara utuh. Dengan kata lain, kami meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan berkualitas.

Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia sedunia, SOS Children’s Villages hari ini bersama berbagai pihak terkait menyuarakan betapa pentingnya dukungan untuk anak-anak yang rentan dan membutuhkan bantuan kita. Care For ME! Pengasuhan Berkualitas Untuk Setiap Anak adalah kampanye global SOS Children’s Villages yang serentak dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mengambil tindakan terhadap berbagai pelanggaran hak yang dilakukan terhadap anak- anak di dalam pengasuhan dan menyediakan layanan berkualitas bagi keluarga yang rentan. Melalui kampanye ini kami ingin membawa perubahan berkelanjutan pada kehidupan anak-anak di dalam pengasuhan alternatif ataupun keluarga-keluarga yang rentan dengan keterpisahan.  

Bagi SOS Children’s Villages, hak anak untuk mendapatkan pengasuhan berkualitas adalah sebuah konsep holistik yang meliputi berbagai hak sesuai Konvensi PBB tentang Hak Anak (KHA) dan UN Guidelines for the Alternative Care of Children. Panduan Pengasuhan Alternatif Anak (UN Guidelines for the Alternative Care of Children - UNGAC) lahir dari kesenjangan yang cukup signifikan dalam pelaksanaan Konvensi Hak Anak (UNCRC), khususnya menyangkut pengasuhan alternatif. Oleh karena itu, UNGAC hadir untuk memberikan panduan penting dan praktis dalam pelaksanaan KHA bagi jutaan anak di seluruh dunia yang diasuh di pengasuhan alternatif.  

UNGAC menguraikan perlunya kebijakan dan praktik yang relevan sehubungan dengan dua prinsip dasar: kebutuhan/necessity dan kepatutan/appropriateness. Berkaitan dengan kebutuhan, SOS Children’s Villages meyakini bahwa tempat terbaik untuk tumbuh kembang anak adalah diasuh oleh keluarga kandungnya. Memisahkan anak dari keluarganya haruslah menjadi upaya terakhir, dan sebelum mengambil keputusan tersebut, diperlukan assessment yang ketat dan partisipatif. Mengenai kepatutan, UNGAC memberikan berbagai pilihan pengasuhan alternatif yang sesuai. Setiap anak yang membutuhkan pengasuhan alternatif, haruslah sesuai dengan kondisi dan kelayakannya, misalnya pengasuhan jangka pendek ataupun jangka panjang, maupun tetap bersama saudara kandungnya. Alternatif pengasuhan yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu anak. Kesesuaian penempatan anak perlu dikaji secara berkala untuk melihat kebutuhan akan pengasuhan alternatif tersebut, dan kemungkinan kembali kepada keluarganya (reunifikasi).  

Pendiri SOS Children’s Villages Indonesia mengatakan, “Cintailah anak, sampai anak merasa dicintai,” demikian pesan Dr. Agus Prawoto menguatkan pengabdian para penerusnya. SOS Children’s Villages bersama semua pihak terkait akan terus memperjuangkan hak-hak anak yang telah kehilangan pengasuhan dan anak-anak yang beresiko kehilangan pengasuhan sampai setiap anak bisa tumbuh kembang di dalam lingkungan yang asah-asih-asuh, penuh perhatian, dan aman.   
 
National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Greg Hadi Nitihardjo, mengatakan bahwa, “Sejak tahun 1972 SOS Children’s Villages Indonesia menerapkan sistem pengasuhan berbasis keluarga bagi anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua. Dengan sistem pengasuhan berbasis keluarga, pengasuhan berkualitas bagi setiap anak asuh dapat terlaksana dengan baik. Setiap anak mendapatkan perhatian secara individu, sehingga segala kebutuhan tumbuh kembang setiap anak secara holistik dapat dipenuhi secara optimal. Kasih sayang, rasa aman dan rasa dihargai yang dirasakan oleh setiap anak merupakan hal yang sangat penting dalam sistem pengasuhan di SOS Children’s Villages.” 
  • Atas
  • Cetak