Indonesia Tsunami Appeal #PaluBangkit

Palu Bangkit

Lebih dari 20,000 anak kehilangan rumah ketika tsunami menghadang kota Palu, di Sulawesi, Indonesia. SOS Children’s Villages telah menurunkan tim ERP di area yang terdampak bencana untuk membantu anak-anak dan keluarga yang membutuhkan. 

More than 20,000 children were made homeless when a tsunami hit the city of Palu on the Indonesian island of Sulawesi. SOS Children's Villages has deployed an emergency team to the affected area to assist children and families in need.


donasi indonesia

menu.gif

Anda juga dapat melakukan transfer langsung rekening BRI 035901000792307 atas nama perwakilan Yayasan SOS.
Setelah melakukan donasi, mohon mengirimkan konfirmasi melalui sms atau whatsapp dengan format:
"PeduliPalu – Nama – Tanggal Donasi – Nominal" ke no 081385042524.

bri-palu.png

Palu Bangkit

Sebuah gempa 7.5 SR pada tanggal 28 September 2018 telah mengakibatkan tsunami menghadang bagian dari pulau Sulawesi, kota Palu. Ratusan orang meninggal dan lebih dari 70,000 lainnya – setidaknya sepertiga dari mereka adalah anak-anak – terlantar. Ini sebuah kebutuhan darurat untuk dukungan mental, bantuan menemukan kembali (reunifikasi) keluarga, dan menyediakan tempat yang aman untuk anak-anak.

“Di samping kebutuhan darurat untuk makanan dan tempat tinggal, secara internal anak-anak terlantar ini akan membutuhkan bantuan untuk beberapa bulan ke depan,” ungkap Gregor Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.

“Anak-anak sangat rentan selama situasi darurat kemanusiaan. Dalam situasi itu, kami menempatkan perlindungan terhadap anak-anak dan keluarga sebagai tindakan utama kami.” Untuk anak-anak yang terlantar, tidak ada aktivitas sekolah, tidak ada tempat untuk bermain dan belajar, serta persediaan makanan yang terbatas. “Keluarga dan anak-anak membutuhkan ruang dimana mereka merasakan aman.”


A magnitude-7.5 earthquake on 28 September 2018 triggered the tsunami, devastating parts of Sulawesi, including the coastal city of Palu. Hundreds of people died and more than 70,000 others – at least one-third of them children – were displaced. These is an urgent need for mental health support, family reunification help, and safe places for children to play and learn.

“Aside from the immediate needs of food and shelter, internally displaced children will need support for many months to come,” says Gregor Nitihardjo, National Director of SOS Children’s Villages Indonesia.

“Children are particularly vulnerable during humanitarian emergencies. In such situations, we put the protection of children and their families at the centre of our actions.” For children displaced by the disaster, there were no school activities, no place where to play, and limited food supplies. “The families and the children need a space where they feel safe,” said Mr Nitihardjo.
 
  • Atas
  • Cetak