Pengenalan Ekonomi Kreatif Pada Remaja Dampingan SOS Children’s Village Banda Aceh

Pengenalan wawasan dunia kerja pada remaja diberikan untuk sarana pemahaman tentang konsep bekerja sebagai persiapan menuju generasi muda yang mandiri. Lebih dari 50 remaja saat ini menjadi dampingan program penguatan keluarga (Family Strangthening Program - FSP) SOS Children’s Village Banda Aceh.

Bekerjasama dengan korporasi dan industri kecil menengah, para fasilitator FSP membuka peluang bagi para remaja untuk mengetahui lebih luas berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan. Tidak terbatas pada konsep bekerja di kantor, kreatifitas generasi milenial menjadi tantangan besar saat ini salah satunya dengan pengenalan dunia usaha yang mengarah kepada ekonpmi kreatif. Berkunjung ke pengerajin batik adalah suatu terobosan untuk memacu kreatifitas remaja untuk dapat membuka peluang bekerja mandiri yang artinya membuka usaha tanpa harus bekerja pada orang lain. 

Berkunjung-Youth-3.png

HI Batik adalah usaha batik yang berada di Krueng Barona Jaya. Sebagai dukungan bagi kemajuan generasi muda, 20 remaja dari komunitas Lamblang Manyang dan komunitas Leugeu pada Agustus 2018 berkesempatan mengunjungi gerai batik dan mengikuti pelatihan singkat tentang proses pembuatan batik. Remaja yang  merupakan siswa SLTA mempelajari berbagai tahapan dalam pembuatan batik dengan pola yang tetap mengangkat budaya Aceh seperti gambar pinto Aceh, tari saman, bungon kala, bungon juempa dan lainnya.  Pelatihan diberikan dari tahap pengenalan kain yang digunakan, proses menggambar corek hingga pewarnaan hingga penjualan dikenalkan kepada para remaja. 

Berbagai reaksi ditunjukkan oleh para remaja saat mengikuti pelatihan ini. beberapa remaja tertantang untuk bisa mengembangkan potensi dirinya membangun usaha mandiri, ada yang berpikir untuk menjadi wadah penjualan dari kain batik yang dihasilkan. “Pak, besok bolehlah kami beli kain macam ini untuk latihan di rumah ya. Kami mau coba buat dikolaborasi dengan teknik sablon.” ujar salah satu remaja yang berminat mempelajari lebih dalam kerajinan batik Aceh ini.

Melalui kegiatan serupa, mitra korporasi maupun masyarakat akan menjadi sarana bagi SOS Children’s Villages melaksanakan salah satu program pendampingan remaja dalam mempersiapkan dunia kerja untuk membagun generasi mandiri. 
  • Atas
  • Cetak