Cerita FBC

Family Based Care : Melalui sebuah keluarga pengganti, kami menciptakan lingkungan pengasuhan yang layak dan aman sehingga anak-anak bisa mendapatkan kembali kehangatan keluarga, perhatian dan masa kanak-kanak yang membahagiakan.
  • Ajarkan Sabar pada Anak-Anak

    Kesabaran memberi kita banyak waktu dan kesempatan untuk dapat melihat kembali, untuk penyegaran dan menyiapkan bekal tambahan yang lebih baik lagi, hingga pada saatnya kita benar-benar sampai pada pencapaian harapan kita. Baca lebih lanjut
  • Anak-anak Adalah Buku Bagi Saya

    Keputusannya menjadi ibu bagi anak-anak di SOS Children’s Villages bukanlah sesuatu yang mudah. Kala itu usianya memasuki kepala tiga dimana menjadi saat yang tepat bagi seorang wanita membangun rumah tangga. Wanita kelahiran Sumatera Utara 27 Maret 1965 ini memutuskan mengabdikan diri menjadi seorang pengasuh. Pilihannya tak mudah, ia mengalami banyak dilema, salah satunya adalah penolakan dari keluarga besarnya. Waktu yang menjawab semua keraguan keluarganya. Baca lebih lanjut
  • Surat dari Anakku

    Buat Ibuku, Ibu, bila anak-anakmu nakal dan telah menyakitimu, kami minta maaf. Satu permintaan kami, ibu jangan pergi tinggalkan kami. Kami sangat membutuhkan ibu. Dari anak-anakmu Baca lebih lanjut
  • Mencintai Anak dengan Kelebihan dan Kekurangannya

    23 tahun menjadi ibu asuh bukanlah waktu yang singkat. Terlebih lagi bagi Ibu Rini yang pada awal memutuskan menjadi Ibu asuh, tak pernah berencana mengabdikan hidupnya selama puluhan tahun menjadi Ibu Asuh. Baca lebih lanjut
  • Tanamkan Cinta dan Rasa Bersyukur

    Tak terasa hampir 10 tahun sudah ibu Nuraini mengabdikan dirinya menjadi ibu asuh di SOS Children’s Village Banda Aceh. Ibu Nuraini adalah salah satu ibu asuh yang sejak pertama village Banda Aceh berdiri sudah mengasuh anak-anak yang saat itu mayoritas adalah anak-anak korban tsunami. Saat itu, pada bulan Desember 2005, Nuraini tak sengaja mendengar iklan di radio tentang lowongan ibu asuh untuk menjadi ibu bagi anak-anak korban tsunami yang kehilangan pengasuhan. Baca lebih lanjut
  • Saya Dipanggil Ibu, Eyang Juga !

    Hampir 30 tahun Ibu Candida menjadi ibu bagi anak-anak di rumah Lely. Melepas mereka dengan ibu pengganti di masa pensiun adalah sesuatu prestasi sepanjang kehidupannya. Ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak membuat Ibu Candi sulit meninggalkan anak-anak. Waktu menjawab Baca lebih lanjut
  • Anak Ku Harus Taat Pada Tuhan Agar Sukses Kelak

    Tak banyak yang diharapkan dari anak-anaknya selain mereka bisa sukses menjadi anak yang mandiri dan taat kepada Tuhan. “Anak-anak saya harus taat kepada Tuhan, karena itulah dasar dari segalanya. Siapa yang taat pada Tuhan dan bekerja keras, dia yang pasti sukses.” Baca lebih lanjut
  • Sampai Kapanpun Tidak Ada Bekas Anak

    Ada rasa berkecamuk dalam dirinya kala anaknya menanyakan asal asul keluarganya. Serasa di terpa badai saat harus memberitahu kondisi keluarga kandung mereka. Bukan karena takut kehilangan, Ibu Yanti tak ingin mereka sedih saat mengetahui kondisi keluarga kandungnya. Baca lebih lanjut
  • Laurel, Seniman Cilik yang Bermimpi menjadi Pelukis Terkenal

    Laurel adalah satu dari beberapa anak SOS Children’s Village Lembang yang gemar melukis. Bersama anak-anak lain yang memiliki minat melukis, dua kali dalam seminggu setelah pulang sekolah, Laurel mengikuti kelas menggambar. Baca lebih lanjut
  • Mama, Ani harus jadi Dokter

    Di atas tanah makam ibunya, Ani berjanji harus menjadi dokter agar dapat membantu orang sakit. Ia tak ingin banyak anak kehilangan orangtua karena sakit, seperti yang dialaminya. Ani berjanji pada dirinya harus bisa wujudkan mimpinya itu. Baca lebih lanjut
  • Atas
  • Cetak