Cerita FBC

Family Based Care : Melalui sebuah keluarga pengganti, kami menciptakan lingkungan pengasuhan yang layak dan aman sehingga anak-anak bisa mendapatkan kembali kehangatan keluarga, perhatian dan masa kanak-kanak yang membahagiakan.
  • Ibu Pur: Cintanya Lebih Besar Dari Rasa Sakit di Tubuhnya

    Selama lebih dari 20 tahun pengabdiannya, silih berganti, puluhan anak tumbuh dalam kasih sayang Ibu Pur. Malang, pada tahun 2004, kanker payudara menyerangnya. Pengobatan rutin pun harus dijalani Ibu Pur sebagai upaya menghambat tumbuhnya sel kanker di payudaranya. Namun, di sela rasa sakit yang mendera tubuhnya, Ia tak meninggalkan tanggungjawabnya sebagai ibu. Semua tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab, hingga dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan payudara pada tahun 2005. Baca Lebih Lanjut
  • Simulasi Gempa Bumi: Ajarkan Anak Tanggap Bencana Sejak Dini

    Ketika suatu bencana terjadi, anak-anak menjadi kelompok yang rentan terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga membutuhkan dukungan khusus. Salah satu dukungan yang bisa dilakukan adalah pemberian materi kebencanaan untuk membantu anak-anak mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika suatu bencana terjadi, sehingga dapat meminimalisir dampak langsung. Baca Lebih Lanjut
  • Calon Guru Yang Berhasil Raih Predikat Cum Laude

    “Saya ingin mempersembahkan kelulusan ini kepada SOS Children’s Villages Indonesia. Terima kasih seluruh keluarga rumah Hermann Gmeiner, khususnya kepada ibu saya, ibu Utami, yang selama ini setia dan sabar mendampingi saya untuk terus berjuang,” tutur Elin pada perayaan hari ibu di SOS Children’s Village Semarang Baca lebih lanjut
  • Hadiah Istimewa di Hari Ibu

    Hari Ibu dirayakan oleh anak-anak SOS Children’s Villages Indonesia dengan berbagai kegiatan. Hari yang diistimewakan bagi para wanita di seluruh Indonesia ini dilaksanakan di Village Banda Aceh, Jakarta, dan Semarang. Perayaan dikemas apik oleh para remaja dan anak-anak sebagai hadiah bagi para ibu. Baca lebih lanjut
  • Kemah Edukasi, Mengisi Liburan Tutup Tahun 2016

    Dilaksanakan pada 28 – 29 Desember 2016, kemah di alam terbuka menjadi pilihan kegiatan di penghujung tahun 2016. Tak hanya berlibur dengan bermain, para peserta diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukasi yang melatih mereka bekerjasama, cinta kepada alam, saling menghargai, sekaligus menumbuhkan keberanian. Baca lebih lanjut
  • Gatot Prasetyo, Pelatih Kiper Timnas yang Tumbuh Bersama Keluarga SOS

    Gatot Prasetyo adalah satu dari ribuan mandiriwan SOS Children’s Villages Indonesia yang kini berkontribusi bagi kejayaan Sepakbola Indonesia. Berbagai profesi ditekuni para mandiriwan selepas dari rumah keluarga SOS. Baca lebih lanjut
  • Rumah Layak Bagi Kalep Di Komunitas Sayung.

    Di rumah sederhana di desa Sayung yang berada di perbatasan antara Semarang dan Demak Jawa Tengah, Kalep tinggal berdua bersama ibu Sri, ibu kandungnya. Mereka bersama belasan keluarga lainnya menjadi keluarga dampingan program penguatan keluarga FSP SOS Children’s Village Semarang. Baca lebih lanjut
  • Anak-Anak di Flores, Menabung dari Limbah Sampah

    Mereka prihatin melihat kondisi sampah yang tidak tertangani dengan baik. Uang untuk membayar sampah yang terkumpul berasal dari ‘Kotak Cinta’ (sebutan kotak yang berisi donasi dari siapapun yang bertandang ke Village Flores). Ide ‘Bank sampah’ ini berawal dari kegiatan bersih desa yang dijalani sebagai salah satu program untuk anak-anak menjaga lingkungan agar bersih, rapi dan nyaman. Baca lebih lanjut
  • Wahyu si Bungsu di Rumah Anyelir

    Wahyu kini tidak lagi sendiri, banyak cinta yang menjaganya hingga kini. Wahyu kembali mendapatkan keluarga dan kasih sayang seorang ibu. Cerita Wahyu adalah salah satu dari ribuan cerita bahagia anak-anak yang kembali merasakan kehangatan keluarga dan mempunyai mimpi dalam pengasuhan SOS Children’s Villages. Baca lebih lanjut
  • Kayu Bakar Darsini

    Darsini kini sudah mandiri, memiliki keluarga dengan seorang anak perempuan penyemangat hidupnya kini. Darsini tak ingin berpangku tangan dengan penghasilan suaminya. Darsini mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai staff FSP SOS Semarang. Baca lebih lanjut
  • Atas
  • Cetak