Tong Sampah Kreasi Remaja SOS Children’s Village Banda Aceh Semarakkan Hari Peduli Sampah Nasional 2017

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, diisi dengan berbagai kegiatan bertema sampah dan lingkungan di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Aceh. HPSN di Aceh dilaksanakan dalam 2 hari mulai tanggal 25-26 Februari 2017. Pada hari pertama, dilaksanakan kegiatan Underwater Clean Up di dua titik yaitu dekat dermaga nelayan Ulee Cot dan dekat jembatan Ulee Lheue. Sementara puncak perayaan pada hari Minggu, 26 Februari 2017, ditandai dengan kerja bakti memungut sampah di 8 titik lokasi yang tersebar di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, dan diakhiri oleh pembacaan ikrar Indonesia Bebas Sampah 2020.
 
HPSN-2017-(16)-web1.png

Perayaan yang dibuka oleh Gubernur Aceh dan Walikota Banda Aceh ini diikuti oleh lebih dari 1.000 pemuda, termasuk para remaja SOS Children’s Village Banda Aceh. Berangkat jam 6 pagi, mereka nampak semangat mengikuti aksi hari itu. Sebanyak 40 remaja berangkat bersama menuju Ulee Lhee ditemani Rinaldi Hasan, salah seorang edukator di Village Banda Aceh. Sesampainya di sana, seluruh komunitas yang tergabung disebar ke 8 titik lokasi. Remaja SOS mendapat jatah di sekitar pelabuhan.

Suasana di pelabuhan begitu menyenangkan. Tua muda semua bekerja bersama membersihkan lingkungan. Selesai membersihkan jalan sekitar pelabuhan, para remaja SOS beralih ke pinggir laut. Ternyata, sampah yang tersangkut di bebatuan pinggir pantai jauh lebih banyak daripada di jalan sektar pelabuhan, hingga terkumpul beberapa karung goni. Meski keringat bercucuran, namun kebersamaan yang ada seakan mengenyahkan semua lelah yang ada. 

HPSN-2017-(18)-web-(1).png
 
Tidak hanya mengikuti kerja bakti. Para remaja SOS Children’s Villages Indonesia juga telah mempersiapkan tong sampah hasil karya mereka sendiri. Tong sampah yang terbuat dari kayu tersebut dipercantik dengan lukisan mural karya para remaja. Tong ini kemudian disumbangkan untuk lingkungan setempat dengan harapan kebersihan lingkungan tersebut tetap terjaga.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depan anak-anak bisa lebih kreatif dan inovatif dalam berkontribusi kepada masyarakat melalui aksi-aksi sederhana dengan hasil yang sangat luar biasa ini,” tutur Lena Magdalena, salah seorang edukator SOS Children’s Village Banda Aceh yang mengkoordinir keikutsertaan remaja SOS dalam kegiatan ini.
  • Atas
  • Cetak