Simulasi Gempa Bumi: Ajarkan Anak Tanggap Bencana Sejak Dini

Ketika suatu bencana terjadi, anak-anak menjadi kelompok yang rentan terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga membutuhkan dukungan khusus. Salah satu dukungan yang bisa dilakukan adalah pemberian materi kebencanaan untuk membantu anak-anak mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika suatu bencana terjadi, sehingga dapat meminimalisir dampak langsung.

Letak geografis dan keadaan geomorfologi Indonesia membuat negara ini kerap diguncang bencana gempa vulkanik maupun tektonik. Menyadari hal ini, pemerintah pun bermitra dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak, agar mereka lebih tanggap bencana. 

simulasi gempa

SOS Children’s Village Lembang merespon positif hal tersebut dengan melakukan sebuah edukasi dan simulasi tanggap bencana bagi para ibu SOS, anak, serta staff. Dilaksanakan pada 28 Januari 2017, edukasi dan simulasi gempa bumi ini dilakukan di lapangan yang telah ditetapkan menjadi titik kumpul jika terjadi bencana. Edukasi dan simulasi yang dipandu oleh para edukator yang telah mendapatkan pelatihan dari Tagana (Taruna Siaga Bencana) Yogyakarta ini dimulai dengan materi di dalam kelas. Kemudian, anak-anak diajak mempraktikkan apa yang telah mereka dapat.

Keadaan dibuat seolah-seolah sebuah gempa mengguncang lokasi tempat mereka tinggal. Lalu anak-anak berlarian ke luar rumah atau mencari tempat yang aman dari runtuhan. Disimulasikan juga keadaan pasca gempa ketika beberapa anak terluka dan harus mendapatkan pertolongan P3K. Sebuah tandu disiapkan untuk membawa korban ke tempat aman dan mendapatkan pertolongan. Terlihat kesigapan para ibu saat merawat luka yang dialami anak-anak dengan berbagai peralatan P3K standar. Itulah skenario yang dilakukan saat simulasi yang diikuti lebih dari 100 orang ini.

simulasi bencana

Ini adalah kali pertama edukasi dan simulasi tanggap bencana dilakukan. Masyarakat sekitar village pun menyambut positif kegiatan tersebut dan mengundang para edukator SOS Children’s Village Lembang untuk memberikan pelatihan serupa di beberapa sekolah di Lembang. Kota Lembang yang berada di patahan sesar lempeng mengharuskan seluruh masyarakatnya waspada akan bencana gempa. SOS Children’s Village Lembang pun mengharapkan dukungan masyarakat dan pemerintah lokal untuk memfasilitasi lingkungan sekitar dengan rambu-rambu tanggap darurat seperti area titik kumpul hingga jalur evakuasi yang mudah dibaca oleh orang umum.

Mengutip pepatah lama “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Sutrisno Wirawan, Village Director SOS Children’s Village Lembang, mengatakan akan rutin melakukan kegiatan seperti ini untuk terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai kejadian alam yang tidak dapat diprediksi akal manusia. 
  • Atas
  • Cetak