Ibu yang Menjadi Teladan Bagi Anak-anaknya

Dorothea Supriyati atau kerap disapa Ibu Supri, selalu berusaha menjadi teladan yang baik untuk anak-anaknya. Wanita tangguh asal Blitar, Jawa Timur, ini  ingin anak-anak yang didampinginya tumbuh dengan kasih sayang dan budi pekerti yang baik. Tanggal 16 Mei 1993 adalah hari pertama bagi Ibu Supri sebagai ibu di Rumah Anggrek, SOS Children’s Village Jakarta. Tak mudah baginya menjadi ibu bagi anak-anak yang memiliki trauma beberapa kali berganti ibu. Rasa sayang yang tulus menjadi jembatan ikatan antara Ibu Supri dan delapan anak-anaknya. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun kala itu, segala upaya Ia lakukan untuk membangun hubungan yang baik sebagai seorang ibu dan anak.

Begitu banyak momen bahagia yang mengisi hari wanita kelahiran 3 April 1969 ini. Mendapatkan bayi sebagai anggota baru di Rumah Anggrek merupakan salah satu momen terbaiknya sebagai seorang ibu. Layaknya calon ibu baru, Ibu Supri pun begitu bersemangat mempersiapkan berbagai hal untuk kehadiran bayi yang kelak mengisi kegembiraan di rumahnya. Ketika sang bayi tiba, Ia seakan tak pernah merasa lelah harus bergadang menemani bayi kecilnya, sambil mengurus kebutuhan anak-anaknya yang lain dari sejak subuh hingga malam. Ditanya tentang hal menyedihkan, Ia mengaku sedih ketika harus melepas anak-anak yang kembali kepada keluarga atau reunifikasi. Namun, Ia menyadari bahwa tempat tinggal terbaik anak adalah keluarga kandungnya. Maka, Ia pun ikhlas melepas mereka sambil meminta agar mereka sesekali mengunjungi keluarga di SOS.

Hal baik selalu diajarkan kepada anak-anaknya, sehingga menjadi kebiasaan yang tertanam di dalam diri masing-masing anak. Tutur kata yang santun dan kebiasaan  pamit setiap ingin keluar rumah adalah beberapa hal yang diamalkan oleh anak-anaknya dalam keseharian mereka. Saling mencintai, menghargai pendapat, dan mendukung segala hal yang dilakukan saudara serumah, sangat terasa di dalam kehidupan keluarga rumah Anggrek. Hingga mandiri, anak-anaknya tetap membawa hal-hal baik buat keteladanan Sang Ibu.

Keteladanannya pun menjadi inspirasi bagi Andi Supriyanto, salah seorang anaknya yang begitu mengidolakan Ibu Supri sebagai panutan hiduonya. Tertuang dalam karya tulis, Sarjana Keperawatan Stikes Boromeus Bandung ini berhasil meraih beasiswa pertukaran mahasiswa ke Thailand tahun 2015 dari sebuah tulisan yang isinya menceritakan tentang kebudayaan tak selalu tentang kesenian, teladan baik di dalam rumah dan sikap santun adalah kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan. Tangis haru Ibu Supri tumpah setiap melihat keberhasilan anak-anaknya. “Keberhasilan mereka adalah penguat bagi saya untuk terus menjadi ibu di Rumah Anggrek,” sepotong kata yang terucap saat menemani  Andi Supriyanto wisuda dan meraih predikat Cum Laude awal Oktober 2017.

Ibu Supri adalah satu dari ratusan sosok ibu yang berjuang mendampingi ribuan anak di SOS Children’s Villages. Peran ibu menjadi garda terdepan di dalam pola pengasuhan berbasis keluarga yang diterapkan di SOS Children’s Villages. Dukungan dari sahabat SOS menjadi penyokong kehidupan yang baik bagi tumbuh kembang anak bersama para ibu.
 
  • Atas
  • Cetak