#KadoUntukIbu: Ajarkan Sabar pada Anak-Anak

“Kesabaran memberi kita banyak waktu dan kesempatan untuk dapat melihat kembali, untuk penyegaran dan menyiapkan bekal tambahan yang lebih baik lagi, hingga pada saatnya kita benar-benar sampai pada pencapaian harapan kita,” demikian tutur ibu Ros Meme saat bercerita tentang sumber kekuatan utamanya menjalani masa pengabdian dua dekade lebih menjadi ibu asuh.

Ibu Rosalia Meme Solot, wanita kelahiran Redontena 49 tahun lalu ini adalah salah satu dari 12 ibu pertama yang mengalami suka duka perjalanan mengasuh anak-anak di SOS Children’s Village Flores sejak village pertama berdiri.
 


Awal tahun 1995, Ibu Ros Meme bersama 12 ibu lainnya mulai menempati 6 rumah kontrakan yang ada dibukit Waturia. Keadaan rumah saat itu berdinding pelupuh bambu, beratap seng dan beralaskan lantai semen. Dengan menggunakan tempat tidur seadanya yang terbuat dari kayu bagaikan bale-bale dan beralaskan tikar anak-anak bersama ibu asuh tidur bersama sambil latihan bernyanyi bersama dan menikmati kesederhanaan itu.

“Segala suka-duka, kekurangan dan keterbatasan, sedih dan bahagia telah terlewati bersama hingga 20 tahun lebih saya di SOS. Kebersamaan dengan anak-anak dan persahabatan dengan rekan sesama Ibu asuh adalah yang membuat saya tetap tegar sampai saat ini.”

Di balik sosoknya yang tegas, Ibu Ros Meme adalah ibu yang sangat penyayang dan penuh perhatian. Untuk membangun kedekatan dengan anak-anaknya di rumah Melati, ia selalu berusaha menjadi sahabat bagi anak-ananya. Setiap makan bersama, Ros Meme mengajak anak-anak untuk berbagi cerita tentang hari-hari mereka di sekolah, perasaaan mereka saat itu, dan segala unek-unek yang ingin diceritakan anak. Setiap malam sebelum tidur, Ia juga mengajak anak-anak berdoa bersama.

“Ketika anak-anak sakit, saya merangkul mereka dengan kasih sayang seorang Ibu. Menjadi ibu juga berarti melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik, berusaha untuk selalu ada bagi anak-anak. Bagi saya ketika anak merasa nyaman bercerita apapun dengan saya, disitulah saya merasa anak-anak menerima saya sebagai ibu mereka,” ujarnya.
 

   


Saat akhir pekan atau liburan, Ibu Ros Meme juga seringkali mengajak anak-anak untuk masak bersama seperti membuat kue hingga mengagendakan untuk rekreasi keluarga ke tempat-tempat hiburan.

“Saya berharap agar anak-anak berhasil dalam pendidikan, bisa meraih cita-cita, menjadi panutan nantinya di masyarakat dimana mereka akan tinggal kelak dan dapat menerima keadaan dalam keadaan apapun nantinya ketika mereka sudah tidak lagi tinggal di SOS,” ujarnya Ibu Ros Meme yang kini sudah memiliki 5 cucu.

Dalam menjalani hidup, Ibu Ros Meme selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk sabar dan melakukan yang terbaik selama masih diberikan kehidupan oleh Tuhan. Ia meyakinkan anak-anaknya bahwa di setiap kegelapan pasti akan selalu ada terang, bahwa di setiap doa pasti selalu ada jawaban.

"Disetiap kesusahan pasti ada kemudahan. Dan disetiap ketidakmungkinan selalu ada keajaiban. Maka bertahanlah dan bersabarlah untuk anak-anakku, niscaya semua akan indah pada waktunya,” demikian Ibu Ros Meme selalu menekankan kepada anak-anak asuhnya untuk tegar dan sabar dalam menghadapi pasang surut kehidupan.

 

  • Atas
  • Cetak