Jakarta, 8 Mei 2017 – SOS Children’s Villages, hari ini mengumumkan peluncuran program YouthCan!, sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk mempersiapkan pemuda untuk memasuki dunia kerja dan hidup secara mandiri dengan membantu mereka mendapatkan pengalaman praktis, pelatihan, serta pengetahuan yang memadahi. Program ini akan melibatkan para pemuda, mitra korporasi, serta SOS Children’s Villages untuk menciptakan kesempatan bagi para pemuda dan membantu mitra korporasi mendapatkan talenta terbaik sekaligus memperkuat brand mereka. YouthCan! telah diluncurkan di Afrika Selatan dan Kosta Rika. Indonesia menjadi negara pertama yang akan mengimplemetasikan program ini di wilayah Asia.

YouthCan1.png

Pengangguran masih menjadi tantangan yang besar bagi para pemuda di seluruh dunia. Berdasarkan data dari UNDP, tercatat sekitar 74 juta pemuda usia 15-24 tahun di dunia merupakan pengangguran atau tidak mempunyai pekerjaan yang layak. Angka ini menyumbang sekitar 40 persen dari total pengangguran yang ada di dunia. Tingginya jumlah pengangguran pemuda disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya adalah ketidakmampuan mengakses pendidikan yang memadahi, kurangnya keahlian dan pelatihan yang didapat, serta minimnya jaringan dan pengalaman kerja.
Angka pengangguran pemuda usia 15-24 tahun di Indonesia tercatat cukup tinggi. Laporan dari World Bank menyebutkan lebih dari 20 persen pemuda dan sepertiga pemudi di Indonesia merupakan pengangguran serta tidak mendapat pendidikan dan pelatihan yang layak.

Tantangan ini terutama banyak dihadapi oleh pemuda yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua karena mereka tidak mempunyai dukungan serta tidakdapat mengandalkan jaringan orang tua mereka.
“Meningkatkan kemampuan dan keterampilan pemuda untuk memasuki dunia kerja merupakan prioritas utama SOS Children’s Villages. Saat ini, baru sekitar 60% pemuda yang telah meninggalkan SOS Children’s Villages bisa mandiri. Melalui YouthCan!, SOS Children’s Villages ingin meningkatkan angka ini menjadi 90% di tahun 2030. Kami ingin memberikan para pemuda akses terhadap pelatihan, mentor atau role model, serta pengalaman kerja agar mereka siap memulai karir atau mendirikan bisnis sendiri,” kata Gregor Hadi Nitihardjo, National Director, SOS Children’s Villages Indonesia.

YouthCan3.png


“SOS Children’s Villages Indonesia saat ini bekerja untuk lebih dari 6.000 anak dan pemuda yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Kami ingin memastikan seluruh pemuda dalam pengasuhan kami atau bahkan yang berada di luar itu bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Oleh karena itu, kami mengajak mitra korporasi, pemerintah, dan seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama mencapai tujuan ini,” tambah Hadi.
Pada tahap awal, SOS Children’s Villages akan bekerja sama dengan beberapa mitra korporasi seperti DHL dan AkzoNobel untuk membekali pemuda di seluruh negara-negara di Asia dengan berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan keahlian maupun personalitas pemuda seperti program magang, pelatihan, dan mentoring.

“SOS Children’s Villages telah menjadi mitra dalam program GoTeach sejak 2011. Melalui program kerja sama ini, volunteer dari DHL membagikan pengatahuan dan keahlian mereka dengan para pemuda di SOS Children’s Villages di 26 negara, termasuk Indonesia,” kata Wisudho Harsanto, Country HR Director, DHL Supply Chain. “Berdasarkan hasil evaluasi kami, kerja sama ini telah berhasil memperkuat kepercayaan diri para pemuda dan mendorong mereka untuk menggapai masa depan yang cerah. Dari sisi DHL, kerja sama ini telah membangun kebanggaan para karyawan DHL yang terlibat karena mereka bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat dan berkontribusi dalam membangun masa depan para pemuda. Oleh karena itu, kami merasa senang bisa menjadi bagian dari YouthCan! dan kami siap bekerja sama dengan mitra SOS Children’s Villages lainnya,” ujar Wisudho menambahkan.

“Bagi AkzoNobel, mendorong pertumbuhan generasi masa depan merupakan area kunci dari tujuan kami dalam menciptakan hal-hal esensial yang dapat membuat kehidupan sehari-hari lebih nyaman dan menginspirasi. Kami bangga bisa ikut memberikan kesempatan bagi para pemuda di SOS Children’s Villages Indonesia dengan pembekalan berbagai keterampilan mengecat, serta meningkatkan kapabilitas mereka untuk menjadi tenaga pengecat profesional melalui program Dulux Painters Academy. Dengan meningkatkan kesempatan mereka untuk menjadi mandiri, maka mereka dapat bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta masyarakat di sekitar mereka,” kata Jun De Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia).

SOS Children’s Villages mengundang para mitra korporat untuk bergabung dalam inisiatif ini dan secara aktif berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals, nomor 4, 8, dan 10 dengan menggunakan pendidikan dan pelatihan dan mengurangi pengangguran pemuda, sehingga para pemuda mampu keluar dari garis kemiskinan dan mendapat kehidupan yang layak.


Tentang YouthCan!
YouthCan! merupakan program kemtraan global untuk mendukung pemuda-pemuda yang kurang beruntung agar mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi transisi dari bangku sekolah ke dunia mandiri. Dengan bekerja sama sebagai bagian dari YouthCan!, korporasi dapat menggerakan para karyawannya, memanfaatkan jaringan, dan memberikan pelatihan untuk menciptakan dampak yang terukur dalam hidup para pemuda di seluruh dunia, sekaligus secara efisien bekerja untuk mengurangi pengangguran pemuda.
  • Atas
  • Cetak