Keluarga adalah lingkungan sosial dimana proses tumbuh kembang anak dimulai. Melalui peran ibu di dalam keluarga, seorang anak mendapatkan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, keteladanan, hingga kasih sayang. Oleh karena itu, SOS Children’s Villages dalam pola pengasuhan berbasis keluarga, mengedepankan peran Ibu untuk membantu mereka membentuk masa depan dengan kasih sayang, rasa aman dan dihargai.

Sejak berdiri di Indonesia tahun 1972 hingga kini, 220 ibu telah menjadi bagian di dalam pengasuhan SOS Children’s Villages Indonesia yang tersebar di delapan kota. Dari jumlah tersebut, saat ini 141 ibu tercatat aktif menjadi ibu di rumah keluarga SOS, sedangkan 21 ibu telah memasuki masa pensiun. Lalu,bagaimana jika seorang ibu SOS pensiun? Seorang ibu yang pensiun tidak lagi mendapat tanggung jawab mendampingi anak. Tugasnya tentu akan digantikan oleh ibu pengganti. Mereka sendiri dapat memilih untuk tinggal bersama keluarga asli atau menempati Rumah Bunda. Saat mereka menempati Rumah Bunda, seluruh biaya hidupnya tetap menjadi tanggungjawab SOS Children’s Villages mulai dari sandang, pangan, kesehatan, tempat tinggal hingga kegiatan di masa pensiunnya.

Selama 45 tahun berkarya di Indonesia, telah berdiri Rumah Bunda di tiga lokasi yaitu Lembang tahun 1994, Jakarta tahun 2005, dan Semarang tahun 2007. Di setiap lokasi jumlah dan bentuk bangunan berbeda, yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Rumah Bunda Lembang terdapat 10 ruangan kamar yang dihuni oleh enam ibu pensiun. Berbeda dengan di Jakarta, terdapat dua unit rumah yang dibangun tahun 2005, donasi dari Yayasan Metropolitan Peduli. Seiring kebutuhan, dibangun lagi dua unit rumah yang merupakan donasi dari PT Lundin Petroleum pada tahun 2013. Dua rumah baru tersebut melengkapi tempat bagi empat ibu yang telah memasuki masa pensiun di Village Jakarta. Di tahun 2007 pembangunan Rumah Bunda di Village Semarang pun dimulai. Sebanyak 10 unit rumah disiapkan bagi para ibu. Mulai dipergunakan pada tahun 2009,  kini telah dihuni oleh delapan ibu.

Rumah Bunda

Bagaimana para ibu pensiun mengisi kegiatan setiap hari? Ibu pensiun harus mandiri mengurus seluruh kebutuhan hidupnya. Di beberapa lokasi para ibu pensiun masih dilibatkan di dalam program kegiatan di village sesuai dengan kondisi fisik dan kesehatan masing-masing. Lokasi Rumah Bunda yang masih berada di area village akan memfasilitas para ibu pensiun dan anak –anak untuk tetap dapat berinteraksi menjalin ikatan keluarga.

Tahun 2017, kebutuhan Rumah Bunda terus bertambah seiring usia para ibu yang memasuki pensiun. Saat ini tengah dimulai pembangunan 6 unit Rumah Bunda di Village Bali yang rencananya akan rampung pada bulan Juni 2017 mendatang. Begitu juga di Flores akan dibangun Rumah Bunda untuk memfasilitasi para ibu pensiun. Rumah Bunda ini merupakan sebuah apresiasi terbesar kepada para Ibu SOS yang telah mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak.

SOS Children’s Villages Indonesia bersama kitabisa.com akan menggelar satu aksi penggalangan dana bagi pembangunan Rumah Bunda sebagai persembahan cinta bagi para ibu yang dengan tulus memberi kasih sayang kepada anak-anak di dalam pengasuhan. Aksi penggalangan dana publik ini dimulai pada 14 – 28 Februari 2017. Dapatkan informasi lengkap tentang aksi kami melalui www.kitabisa.com/donateforlove. Dukungan Sahabat akan membantu SOS Children’s Villages mewujudkan masa tua yang indah bagi  para ibu pensiun.
  • Atas
  • Cetak