Edukasi kepada anak-anak perlu diberikan sejak dini untuk membangun kepeduliaan kepada lingkungan terdekatnya. Memiliki misi yang sama, SOS Children’s Village Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Budha Tzu chi mengadakan pelatihan pelestarian lingkungan pada 4 Maret 2017. Bertempat di Village Cibubur, sekitar 90 orang yang terdiri dari ibu, anak, dan staff village menyimak tiap ilmu yang dibagikan para relawan dari Yayasan Budha Tzu Chi.
01_TZC_8232_AS.jpg

Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup, total sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton sepanjang tahun 2016. Lebih dari 40 persen sampah yang dihasilkan adalah sampah rumah tangga dan sekitar 14 persennya berupa plastik. Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut, Johnny Chandrina, Fungsionaris Misi Pelestarian Lingkungan Yayasan Budha Tzu Chi, memberikan materi 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Recycle) sebagai salah satu upaya penyadartahuan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pada pelatihan ini Johnny juga mengajarkan cara membuat Eco Enzyme dari limbah rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran. Eco Enzyme adalah enzim organik yang dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman, penyubur tanah, hingga dapat berguna sebagai bahan untuk mencuci pakaian.

“Saya berharap anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana menjaga lingkungan.  Setelah kegiatan ini, mereka diharapkan lebih memiliki inisiatif dalam upaya pelestarian lingkungan,” ungkap Sumardi, Village Director SOS Children’s Village Jakarta yang ikut serta di dalam pelatihan ini.
03_TZC_8213_AS.jpg

Beberapa remaja yang hadir pun terlihat menyimak tiap pelajaran yang diberikan. “Saya jadi tahu apa itu 5R dan saya akan berpikir ulang sebelum menggunakan berbagai jenis barang dan dampaknya bagi lingkungan,” ujar Putri, salah satu remaja kelas 1 SMA yang menjadi peserta. Pelatihan yang dilakukan untuk pertama kalinya menjadi jembatan kelanjutan kerjasama SOS Children’s Villages dengan Yayasan Budha Tzu Chi. “Kami berharap ini menjadi awal dari kerjasama yang berkelanjutan,” pungkas Sumardi menutup kegiatan siang hari itu.    
  • Atas
  • Cetak