Bekerja di 134 negara, SOS Children's Villages fokus pada pengasuhan berbasis keluarga bagi anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan keluarga. Pengasuhan berbasis keluarga adalah sebuah bentuk pengasuhan alternatif bagi anak-anak untuk mendapatkan kembali kasih sayang keluarga.
 

Berdiri di Indonesia sejak 1 September 1972, SOS Children's Village Indonesia kini memiliki 8 village di Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali, dan Flores, dimana setiap lokasi terdiri dari 15 rumah keluarga yang membentuk komunitas. Anak-anak tinggal dalam sebuah keluarga bersama seorang ibu dan anak-anak lainnya yang membentuk ikatan kakak adik.

flores-ol-web.png
 

Seiring perkembangan kebutuhan, SOS Children's Villages memperluas bidang kerja melalui program penguatan keluarga atau Family Strenghtening Program yang memfasilitasi keluarga-keluarga yang memiliki masalah ekonomi untuk mencegah terjadinya kondisi terburuk yang bisa menyebabkan anak-anak harus terpisah dari orangtuanya. Kestabilan keluarga diciptakan, hubungan orangtua dan anak diperkuat melalui pelatihan 'Parenting', sosialisasi hak anak, dan pengembangan ekonomi kreatif melalui perencaan keuangan keluarga dan pelatihan kewirausahaan. Bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, hingga tahun 2017, FSP telah bekerja bekerja di 10 kota di Indonesia yaitu Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Bogor, Lembang, Semarang, Yogyakarta, Tabanan, dan Maumere.
 

Di tahun 2017 ini terdata lebih dari 1100 anak tinggal di dalam pengasuhan berbasis keluarga (FBC) dan sekitar 5000 anak mendapatkan pendampingan melalui program penguatan keluarga (FSP). Beberapa program pengasuhan mulai dikembangkan sebagai pilihan alternatif dalam pengasuhan, diantaranya keluarga asuh (foster family) dan pengasuhan oleh anggota keluarga yang masih ada (extended family).
 

Berbagai prestasi membanggakan ditorehkan anak-anak yang tumbuh dan berkembang di dalam keluarga SOS. Sepanjang tahun 2017, tercatat deretan keberhasilan anak-anak yang ikut memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik seperti lebih dari 90 medali kejuaraan renang yang berhasil dikumpulkan oleh seorang remaja dari SOS Children's Village Jakarta yang saat ini tengah bersiap masuk dalam pelatda mengikuti PON 2019, predikat lulusan dengan Cum Laude yang berhasil diraih oleh seorang mahasiswi dari SOS Children's Village Semarang, , prestasi membanggakan bagi beberapa lulusan SLTA yang berhasil mendapatkan berbagai universitas negeri dalam seleksi masuk perguruan tinggi, dan juga terpilihnya salah satu desa dampingan FSP SOS Children's Village Yogyakarta sebagai 'Tujuan Wisata Bahari Ramah Anak' dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tercatat juga lebih dari 1000 mandiriwan yang mempunyai prestasi membanggakan dan telah berkontribusi untuk masyarakat dengan berbagai profesi yang mereka jalani.
 

Pencapaian hingga lebih dari empat dekade tak lepas dari sinergi dan dukungan masyarakat, lembaga pemerintah, komunitas, dan korporasi menjadi kolaborasi yang turut memberikan kontribusi bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. "Many children need many friends. It is easy to do good when many people help” pesan Bapak Hermann Gmeiner, sang pendiri SOS Children’s Villages

  • Atas
  • Cetak