Si Penulis yang ingin menjadi Donatur

“Mewujudkan cita-cita dan impian tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Aku tidak akan mampu menggapai cita-cita jika hanya berpangku tangan. Aku harus berusaha.”

 

Sepenggal kalimat dari Yuliana mengawali obrolan. Yuli biasa ia disapa, adalah siswi kelas tiga SMA Negeri 4 Wira Bangsa – Aceh Barat. Untuk bisa bersekolah di SMAN 4 Wira Bangsa membutuhkan usaha dan kerja keras, karena disitulah berkumpul siswa-siswa berprestasi. Dengan nilai-nilai yang yang selalu diatas rata-rata, Yuli berhasil masuk ke sekolah favorit tersebut. Yuli tidak hanya sebagai siswi biasa, ia aktif di beberapa organisasi OSIS. Mengelola mading sekolah dan bergabung dalam PIK-KRR (Pusat Informasi Konseling – Kesehatan Reproduksi Remaja). PIK-KRR adalah wadah bagi para remaja untuk berbagi cerita dan mencari solusi dari permasalahan. Yuli bersama beberapa teman menjadi pendengar dan berbagi solusi dari berbagai permasalahan remaja.  Menjadi teman konsultasi, sempat menjadi inspirasi bagi Yuli untuk menjadi Psikolog. Terlintas keinginan bekerja seperti para staff di SOS Children’s Villages mendampingi anak-anak. 
 

 

 

Gadis kelahiran tahun 1998 ini sejak kecil tinggal di SOS Children’s Village Meulaboh. Saat masuk di SMA, Yuli harus tinggal di asrama dan hanya dua minggu sekali bisa menemui keluarganya di village Meulaboh. Disaat libur itulah Yuli memanfaatkan melepas rindu dengan Ibu dan adik-adiknya. Memasak bersama dan kembali menjalankan tugas hariannya seperti saat sebelum di asrama.

 

Banyak kisah dari kesehariannya yang menjadi inspirasi tulisan Yuli untuk Mading (majalah dinding). Menulis yang juga hobinya, memudahkan Yuli menuangkan dalam tulisan. Beberapa perlombaan karya tulis pernah dijajal Yuli untuk menguji kemampuannya menulis. Diluar perkiraan, beberapa karya tulisnya berhasil menang dan Yuli mendapat hadiah berupa uang. Dari hobi menulis inilah Yuli berani menerima tawaran membuat makalah mahasiswa yang bisa menambah uang sakunya. 

 

      

 

Dari kisah hidupnya di SOS Children’s Village Meulaboh, Yuli ingin menuangkan dalam sebuah buku yang menjadi obsesi besarnya. Banyak pelajaran hidup yang dapat dibagi kepada orang banyak. Betapa setiap orang harus bersyukur dari semua keadaan yang dialaminya. Banyak orang yang menjaga dan mencintai kita walau mereka tidak bertemu fisik dengan kita. Dari hasil penjualan bukunya kelak, Yuli akan memberikan kepada orang yang membutuhkan agar mereka bisa merasakan kebahagiaan sepertinya. 

 

Perjalanan mencapai cita-citanya sudah mulai, dukungan dari lingkungan terdekat menjadi modal utamanya mewujudkan semua mimpi. Kendala menjadi tantangan bagi Yuli untuk lebih berusaha. “Aku ingin menjadi orang sukses, karena sudah pernah merasakan hidup susah. Semoga Tuhan mendengar doaku” ucap Yuli menutup obrolan.   

 

  • Atas
  • Cetak