Si Pemanjat Tebing yang ingin menjadi Ahli Pertambangan

Theresia Putri Aurelia, siswi kelas enam di SD Antonius Banyumanik Semarang Selatan. Remaja kelahiran 2003 ini diasuh bersama delapan anak lainnya di rumah Nusa Indah SOS Children’s Village Semarang bersama Ibu Maria Pudji Astuti. 

 

Putri biasa ia disapa, menghabiskan lima hari dalam seminggu untuk berlatih panjat tebing di Taman Tirto Agung Banyumanik. Senin, Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu,  Putri bersama kak Yansen Situmorang pelatih panjat tebingnya menghabiskan sore hari dengan berlatih serius. Tak jarang mereka pun berlatih hingga malam di kala akhir pekan. 
 

 

 

Putri menekuni club Pemanjat tebing sejak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Beberapa kali mengikuti Kejurnas panjat tebing di Jakarta (tahun 2011) dan Kejurnas di Bali (tahun 2012) yang diadakan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia). Remaja yang hobi basket ini memiliki tinggi badan diatas rata-rata remaja seusianya yang sangat mendukung gerak badannya saat menempel di papan menggapai satu persatu pegangan menuju puncak. 

 

   

 

Kemampuannya dibidang olahraga berbanding seimbang dengan akademisnya yang selalu meraih nilai diatas KKM (kriteria ketuntasan minimal). IPA dan bahasa Inggris adalah mata pelajaran favorit yang mendorong Putri bermimpi menjadi seorang ahli pertambangan. Dukungan ibu Pudji menjadi keutamaan Putri bisa berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejurda Pekalongan di tahun 2014 dan berbagai prestasi lainnya. Dengan suara merdunya yang selalu menghibur, Putri menjadi inspirasi bagi remaja di village Semarang untuk mengembangkan berbagai talenta.

 

“Cita-citamu satu tetapi prestasimu dari berbagai hal” ujar sang ibu sembari memeluk Putri. 
 

 

  • Atas
  • Cetak