Namanya Laurel Vikramaditya atau biasa disapa Laurel. Sejak bayi Laurel diasuh oleh ibu Rini di SOS Children’s Village Lembang hingga saat ini ia menginjak usia 15 tahun.

 

Di balik pembawaannya yang kalem, Laurel memiliki banyak potensi. Tak hanya bersinar di sekolahnya, Laurel juga memiliki bakat musik, kesenian, dan olahraga. Saat ditanya apa mimpinya saat ia dewasa nanti, ia menjawab tegas “aku ingin menjadi pelukis terkenal.” Pemandangan indah di sekitar village di Lembang menjadi objek langganannya untuk menuangkan hasrat melukisnya. Bukit yang menjulang megah, dikelilingi pepohonan hijau yang menghiasi sekeliling rumahnya menjadi pemandangan favoritnya yang beberapa kali diabadikannya lewat goresan cat di kertas gambarnya. 
 
Laurel adalah satu dari beberapa anak SOS Children’s Village Lembang yang gemar melukis. Bersama anak-anak lain yang memiliki minat melukis, dua kali dalam seminggu setelah pulang sekolah, Laurel mengikuti kelas menggambar. 
 

 

 

 

 

“Saya sangat suka melukis. Di sekolah, tidak ada kelas menggambar atau melukis khusus. Saya sangat bersyukur di SOS saya bersama adik-adik dan teman saya yang lain bisa ikut kelas menggambar. Saya bisa tetap bersekolah seperti teman saya lainnya, tapi sepulang sekolah saya dapat melakukan hobi saya, yaitu melukis,” ujar Laurel. 
 
Selain melukis, Laurel juga memiliki bakat dalam bidang musik. Alat musik djembe adalah favoritnya. Bersama dengan enam anak lainnya, ia membentuk kelompok musik, mulai dari alat perkusi yang terbuat dari barang-barang bekas, djembe, hingga angklung. Ia bersama bandnya beberapa kali mempertunjukkan aksinya saat kunjungan tamu di village dan beberapa event di sejumlah mal di Bandung. “Kami biasanya latihan seminggu sekali di sore hari di studio musik SOS di village. Seringnya bawain lagu-lagu daerah, tetapi diaransemen ulang supaya lebih terdengar modern,” jelasnya antusias saat ditanya tentang kelompok musiknya . 
 

 

      

 

Di samping bakat seninya yang tinggi, Laurel juga tergolong anak yang relijius. Ia tak pernah absen untuk pergi ke gereja setiap minggu dan mengajari adik-adiknya berdoa. Hubungannya dengan Ibu Rini dan saudara-saudaranya di rumah sangat dekat. Laurel sering kali membantu adik-adiknya mengerjakan PR sekolah dan membantu Ibu Rini berkebun. Kebun kecil di depan rumah Laurel menjadi lahan garapan ibu Rini untuk menyalurkan hobinya berkebun. Bersama Laurel dan anak-anak lainnya di rumah, berkebun menjadi kegiatan bersama keluarga setiap sore di akhir pekan. Tanaman strawberry yang tumbuh subur adalah satu dari beberapa karya berkebun yang sudah dihasilkan keluarga Ibu Rini. 
 
“Saya sangat senang tinggal di SOS. Saya memiliki keluarga yang utuh dan penuh kasih sayang. Saya bisa bersekolah dan menyalurkan minat dan bakat saya di bidang musik dan kesenian. Di sini ada studio musik, ada lab komputer, perpustakaan, lapangan sepak bola yang luas. Pagi hingga siang hari saya bersekolah, bergaul bersama teman-teman di sekolah, sore harinya di SOS saya bisa melukis, bermain musik, dan sepakbola bersama keluarga saya di sini,” ungkap Laurel. 

 

  • Atas
  • Cetak