Joel ingin nyetir pesawat

“Joel, kamu ditanya mbak Opie gak apa cita-cita kamu?”, tanya Roberd salah satu kakaknya di rumah Kenanga suatu sore di teras rumah. “Nggak tuh!” seketika wajah Joel terlihat kesal karena baru saja ia berjumpa mbak Opie salah seorang staff di village Cibubur.

 

“kan tadi bertemu denganku, kok aku nggak ditanya sih sama mbak Opie” umpatnya dengan wajah kesal. Sambil membantu Kak Roberd mencuci, beberapa kakaknya yang lain asyik bercakap-cakap tentang cita-cita.“ Tadi mbak Opie ke rumah, dan tanya cita-cita kita!” ungkap Arman ke Roberd yang disimak Joel. Roberd bercita-cita ingin menjadi pemain bola, dan ia rutin berlatih bola setiap minggu. Arman ingin menjadi professor, “berarti harus rajin belajar dong” celoteh Roberd sambil meniru gaya mbak Opie tadi. Sore itu Mbak Opie memang sedang membuat data tentang cita-cita anak yang dicatatnya dalam sebuah buku kecil. 
 

 

 

“Aku kan rajin belajar, tapi malam belajarnya!” tukas Arman dengan tangkas yang berwajah serius. Yang disambut tawa gembira obrolan sore itu. Menjelang malam bersama Kak Rola, Joel pergi membeli sesuatu ke toko yang tak jauh dari rumah. Tak sengaja Joel melihat Mbak Opie dari kejauhan dan spontan ia berteriak memanggil “Mbak Opieeee, aku mau jadi pilot!!!” teriak Joel. Mbak Opie yang terkejut mendengar teriakan seorang anak kecil langsung menoleh. Dan seketika mbak Opie teringat bahwa ia tidak sempat bertemu Joel sore tadi. “Maaf ya Joel, tadi mbak Opie gak ketemu Joel.” Ujar mbak Opie. Mengulang pertanyaan tadi, Joel pun ditanya “nanti kalo besar Joel mau jadi apa?” tanya mbak Opie sembari menulis di buku kecilnya. Dengan intonasi tegas Joel pun mengulang yang ia teriakkan tadi “Jadi Pilot!”. “Wah hebatt sekali, trus kalo jadi pilot harus apa?” tanya mbak Opie. “Yaa nyetir pesawat lah!”, jawab Joel sembari ngeloyor pergi. 

 

      

 

Joel si gembul yang selalu menggemaskan ini masih duduk di bangku playgroup. Sejak masih balita, pesawat terbang adalah mainan kesukaannya. Kemanapun ia pergi bermain, ada pesawat kecil yang dibawanya dalam saku celana. Cita-citanya tinggi, setinggi awan-awan dilangit membawa orang pergi dari satu tempat ke tempat lain. Ibu Kristin yang merawatnya sejak bayi di SOS Children’s Village Jakarta tak putus membawa dalam doa setiap cita-cita anaknya termasuk Joel yang ingin nyetir pesawat.
 

 

  • Atas
  • Cetak