Ibu, Aku ingin jadi dokter bayi

”Aku mau jadi dokter bayi” teriak lantang Cintya saat ditanya ingin jadi apa nanti . Cintya perempuan mungil yang cantik dan ceria adalah anak Ibu Maryatun yang dirawat sejak bayi. Kini ia sudah bersekolah di kelompok A - TK SOS Desa Taruna.

 

Ia sudah berani berangkat sekolah sendiri. Sekolahnya berada satu komplek dengan rumahnya di SOS Children’s village Jakarta.  Hampir setiap pagi  Cintya menjemput Chacha sahabatnya yang tinggal di tak jauh dari rumahnya menuju sekolah bersama. Mereka yang bersamaan saat diserahkan sewaktu bayi, kini menjadi bersahabat. Cintya tumbuh dalam kasih sayang ibu Maryatun dan Chacha dalam pelukan hangat Ibu Arista di SOS Children’s Village Jakarta.
 

 

 

Lahir pada 19 November 2009, Cintya Alensky Kholifah,  nama lengkapnya punya cita-cita yang hebat. “Bapak, aku mau jadi dokter ya” celoteh bibir mungilnya saat ngobrol dengan  salah seorang pembina di village  “Tapi dokter bayi” sambungnya.  “kenapa dokter bayi?” tanya sang bapak pembina menjawab pernyataan Cintya. “Soalnya aku sayang adik bayi, gak mau adek bayi sakit, nanti nangis terus kan kasihan”, ucapnya spontan dan cerdas yang disambut decak kagum sang bapak mendengar penjelasan Cintya.

 

Jenjang pendidikannya masih jauh, tetapi Cintya mungil sudah mempersiapkan cita-citanya. Hal sederhana dalam imajinasinya menjadi alasan ia ingin menjadi seorang dokter anak. Ibu Maryatun sangat mendukung setiap kegiatan yang dilakukan Cintya. Tidak membiasakan anaknya menjadi manja adalah salah satu sikap Ibu Maryatun yang menjadikan anak-anaknya mandiri. Tugas sederhana menyimpan kembali tas dan sepatu setiap pulang sekolah diterapkan Ibu Maryatun sejak Cintya mulai bersekolah. 

 

      

 

“Ibu, aku pingin minum susu pake botol seperti adik bayi dan minumnya sambil tiduran ya” pintanya manja ke Ibu Maryatun yang disambut peluk hangat seorang ibu menemani anaknya memulai mimpi. Kasih sayang seorang ibu memulai mimpi besar seorang anak.  
 

 

  • Atas
  • Cetak