Andris, Putra Flores yang Bermimpi Menjadi Guru

Sosok yang terkenal pendiam, tenang, pemalu dan cerdas ini selalu menarik perhatian teman-temannya. Rambutnya yang lurus dan sorot matanya yang tajam, membuat para perempuan seusianya terpesona. Dialah Ardianus Ule, atau yang sering di sapa ‘ Andris”.

Pria kelahiran Toda, 29 Maret 2001 ini diasuh di SOS Children’s Village Flores sejak usia 8 bulan bersama dua saudara kandungnya. Dalam dekapan kasih sayang sang ibu asuh, Andris bertumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat. 

 
Ketika fase peralihan dari anak-anak memasuki usia pra remaja, Andris sering tertunduk malu ketika disapa oleh orang-orang yang baru dikenalnya. Ia pun selalu menolak jika diminta tampil ataupun membawakan acara di village maupun di sekolahnya. 
 

Waktu demi waktu terlewati, hingga Andris pun memasuki usia remaja. SMP Frater menjadi pilihannya untuk mengenyam pendidikan. Hingga saat ini ia duduk dibangku kelas 2 C yang termasuk kelas unggulan.

 

 

Andris memiliki hobi memasak, tak jarang ia membantu membantu ibunya menyiapkan masakan untuk semua anggota keluarga di rumah. Hubungannya dengan adik-adik di rumah sangat dekat. Andris selalu bercerita dengan adik-adiknya apa yang ia alami di sekolah. Beberapa kali ia juga membacakan cerita dongeng atau cerita pendek untuk adik-adiknya. 

Sama dengan anak laki-laki lainnya, Andris juga gemar berolahraga. Bola voli menjadi olahraga favoritnya. Kelihaiannya bermain voli mengantarkan Andris sebagai anggota tim inti bola voli SMPK Frater Maumere.

 

   

 

Karakter pendiam tidak membuat pria hitam manis ini surut dalam berusaha. Hingga akhirnya perlahan Andris mulai menunjukkan kepercayaan dirinya untuk tampil di depan umum. Saat kunjungan dari para Frater Ledalero Februari lalu, Andris tampil membawakan sebuah lagu tentang Bunda di depan puluhan frater, ibu, pembina, karyawan dan anak-anak SOS Children’s Village Flores. Tepukan tangan dan sorakan penonton saat itu menggema menutup penampilannya yang mengesankan. Pujian dan dukungan begitu mengalir dari para Frater, hingga menggugahnya untuk tampil kembali membawakan lagu ke-2, “Indonesia Jaya.” Sejak saat itu, Andris mulai tumbuh menjadi anak yang supel, selalu ceria  dan semangat. 
 

 

  • Atas
  • Cetak